Thursday, August 22, 2019

Paru-Paru Remaja 17 Tahun Ini Tidak Berfungsi, Akibat Sering Hirup Vape!

Paru-Paru Remaja 17 Tahun Ini Tidak Berfungsi, Akibat Sering Hirup Vape!

Paru-Paru Remaja 17 Tahun Ini Tidak Berfungsi, Akibat Sering Hirup Vape!


Tryston Zohfeld, remaja 17 tahun ini mesti melewati hari-harinya dalam perawatan intensif dampak paru-paru yang tak bermanfaat normal. Kondisi itu diakibatkan kebiasaannya merokok elektrik atau vape.

Sebelum jatuh sakit, Tryston sempat menyadari terdapat sesuatu yang tidak beres dengan badannya. Ia merasa tubuhnya paling lemas sepanjang masa-masa dan energinya habis.

Seiring berjalannya waktu, Tryston mulai merasa kedinginan, mual dan kendala bernapas sampai nyeri dada. Saat tersebut pula Tryston diangkut ibunya ke klinik perawatan darurat.

Dokter yang memeriksanya melulu memberi antibiotik dan obat flu. Namun 24 kemudian, tubuh Tryston malah semakin buruk.

"Aku terbangun muntah-muntah, kendala bernapas dan jantungku berdebar 100 mil per jam," katanya dikutip dari The Sun yang mengutip New York Post.

Ibunya kemudian membawa Tryston ke lokasi tinggal sakit di Texas. Setibanya di lokasi tinggal sakit, Tryston diasuh dalam situasi koma dan ditolong menggunakan ventilator.


Selama 10 hari, Tryston dapat bertahan hidup namun dengan pertolongan alat medis di ruang perawatan intensif.

Para dokter sempat keadaan bingung memeriksa kondisinya dan menggali tahu penyebab tubuhnya melemah sampai koma. Akhirnya, dokter mencoba menyaksikan hasil pengecekan sinar-X Tryston.

Hasil sinar-X mengindikasikan ada sesuatu yang mengarah pada pneumonia di kedua paru-paru Tryston. Para dokter kemudian membuktikan kebenarannya melewati serangkaian tes medis.

Hanya saja, hasilnya tidak ditemukan infeksi atau pneumonia apapun di kedua paru-paru Tryston.


"Apakah tersebut infeksi? Tampaknya tidak terdapat organisme yang tumbuh dari kultur. Apakah tersebut penyakit autoimun? Para berpengalaman reumatologi pun tidak mengira begitu," kata dr Mary Whitworth, direktur medis penyakit menular di lokasi tinggal sakit lokasi Tryston dirawat.

Biopsi paru-paru Tryston yang dicukur juga tidak mengindikasikan penyakit yang jelas. Namun yang jelas, paru-parunya tidak bermanfaat sehingga membuatnya tidak dapat bernapas.

Akhirnya dokter memahami penyebabnya sesudah keluarga menuliskan bahwa Tryston sering merokok elektrik. Bahan kimia dalam cerutu elektrik itulah yang diperkirakan menyebabkan paru-parunya tidak dapat menukar oksigen dan karbon dioksida.

Akibat kejadian ini, dokter menekankan cerutu elektrik tidak seaman yang dipikirkan oleh orang-orang. Rokok ini tetap saja berbahaya, sama seperti cerutu biasa.


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.