Saturday, December 22, 2018

BANDAR CEME Sebelum Disetrum Mati, Permintaan Terakhir Pria Ini adalah Membuat Surat Wasiat untuk Ibunya. Baca Isi Suratnya Bikin Kecewa!

BANDAR CEME Sebelum Disetrum Mati, Permintaan Terakhir Pria Ini adalah Membuat Surat Wasiat untuk Ibunya. Baca Isi Suratnya Bikin Kecewa!

BANDAR CEME Sebelum Disetrum Mati, Permintaan Terakhir Pria Ini adalah Membuat Surat Wasiat untuk Ibunya. Baca Isi Suratnya Bikin Kecewa!



BANDAR CEME - Hukuman mati merupakan vonis dari pengadilan sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan kepada seseorang akibat perbuatannya. Hukuman mati banyak macamnya. Ada hukuman pacung, hukuman gantung, disuntik mati, hukuman tembak, gas, sengat listik bahkan dengan cara diinjak oleh seekor gajah.

Bicara soal hukuman mati, ada seorang pria yang merupakan tahanan yang akan dihukuman mati membuat gempar media sosial terutama di Facebook. Lantaran pria itu meninggalkan secarik kertas berisi surat yang ia buat untuk ibunya sebelum ia dihukum mati di kursi listrik.

Surat itu berisi kekesalan, penyesalan dan kekecewaan anaknya atas cara ibunya yang mendidik anak dengan tidak baik.

Ptiai yang divonis hukuman mati membuat sepucuk surat terhadap sang ibunda via snopes.com

Permintaan terakhir sebelum ia disentrum mati, pria ini meminta penjaga untuk memberikannya pensil dan kertas. Setelah ia menulisnya sekitar 15 menit, ia langsung menyuruh polisi penjaga itu untuk memberikannya kepada ibu biologisnya. Begini isi suratnya:

‘’Ibuku tersayang. Jika hukum itu adil, saat ini juga kamu berada di sini, duduk di sebelahku menunggu untuk di strum di kursi elektrik ini. Tapi karena hukum itu buta, saya dinyatakan bersalah atas kejahatan yang kita lakukan bersama-sama. Ibu, ingat tidak waktu anakmu ini berumur 3 tahun, aku mencuri permennya kakak? Ibu tidak membetulkanku. Ibu tidak bilang bahwa aku salah dan yang aku lakukan itu tidak baik. Aku juga ingat dengan baik waktu aku berumur 5 tahun. Pada hari itu aku mencuri mainan tetangga dan menyembunyikannya di rumah. Tapi kamu bilang; ‘Mainan itu tidak ada di rumah’’. Ibu.. ketika aku berumur 12 tahun, aku menyembunyikan bola sepupuku di garasi ketika dia datang bermain ke rumah, tapi ibu malah bilang; ‘’Ibu memang melihatnya sebelum bola tersebut hilang’. Apa ibu ingat di hari ketika aku dikeluarkan dari sekolah waktu aku berumur 15 tahun? Ayah ingin menghukumku, tapi ibu menolaknya dan di hari itu ibu bertengkar hebat dengan Ayah hanya karena ingin membelaku. Ibu bilang aku masih muda, ibu juga bilang bahwa guru salah sudah mengatakan kalau aku tidak hadir di kelas. Ibu membelaku, ibu bilang belum waktunya aku tahu bahwa aku salah. Ibu bilang aku benar. Padahal ibu tahu aku salah. Ibu juga ingat dengan baik, ibu melihatku mencuri sepeda tetangga ketika aku berusia 17 tahun, tapi ibu tidak melaporkan bahwa aku sudah menjualnya. Ibu malah diam saja. Ibu sangat sangat mencintaiku, ya ibu sayang padaku, tapi ibu tidak membetulkan aku, dan malah memanjakanku. Itulah bagaimana semuanya berawal dan selesai perlahan-lahan sampai hari ini ketika saya akan di strum karena perampokan dan pembunuhan. Aku masih sangat muda ibu, aku butuh perlindunganmu saja, dan saat ibu membaca ini, aku sudah mati. Salam, anakmu tersayang.

Bisa dilihat bahwa sang anak merasa sangat kecewa atas parenting atau didikan sang ibu yang tidak membenarkan apa yang salah dan tidak memberitahu tentang pentingnya menjadi orang yang baik.

Surat yang berisi tuduhan kepada sang ibu yang tidak bisa mendidik dirinya dengan baik via snopes.com

Kejadian mengharukan pria ini pun menjadi viral di Facebook dan tentunya mengiris hati siapa saja yang membacanya terutama orangtua. Dari kejadian di atas, semoga kita semua bisa semakin introspeksi diri terutama para orangtua dalam mendidik anaknya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.