Friday, May 31, 2019

AGEN POKER TERPERCAYA - Marah dan Emosi Karena Jalur Mudik Macet, Redam Pakai Cara Rasulullah

Marah dan Emosi Karena Jalur Mudik Macet, Redam Pakai Cara Rasulullah

Marah dan Emosi Karena Jalur Mudik Macet, Redam Pakai Cara Rasulullah



AGEN POKER TERPERCAYA - Semakin dekat dengan hari Idulfitri, maka semakin penuh pun jalur mudik darat. Karena itu, persiapan yang matang harus diacuhkan supaya tubuh tidak drop sebab perjalanan mudik.

POKERMULIA - Bicara tentang mudik, maka tidak bakal lepas dari kemacetan yang tidak terdapat habisnya. Bahkan, pada sejumlah momen, kemacetan ini mengakibatkan nyawa seseorang melayang. Ya, kelelahan dan bertambahnya risiko keparahan penyakit sebelumnya menjadi penyebab masalah ini.


Di samping itu, terdapat yang menghadapi kemacetan mudik dengan amarah dan emosi negatif. Anda hendak sekali perjalanan selesai dengan lancar, namun pada kenyataannya tersebut mustahil. Marah-marah menjadi urusan biasa di tengah perjalanan mudik.


Namun, kita seluruh tahu bila emosi negatif tersebut tidak baik. Anda harus mengatasinya dengan teknik yang tepat dan Islam ternyata punya solusinya.

Dikutip dari "Buku Pintar Sains dalam Alquran: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah" karya Dr. Nadiah Thayyarah, ada sejumlah cara islami yang dapat meredakan amarah. Solusi ini dipecah menjadi dua tehnik; Pengobatan teoretis dan penyembuhan praktis.

Dalam penjelasan penyembuhan teoretis, diterangkan ada 3 teknik yang dapat dilakukan, yang kesatu merupakan mengingat dalil-dalil yang dikandung Alquran dan hadis mengenai pujian terhadap kesabaran dan orang-orang yang bersabar, serta menilik besarnya pahala kesabaran yang bakal didapat di hari akhir.

Kemudian, orang yang dikuasai amarah hendaknya menyadari bila kuasa Allah lebih powerful daripada kekuatannya atas orang yang dia marahi. Dengan demikian, Allah bakal meringankan amarah dan siksa-Nya.

Dan teknik ketiga dalam penyembuhan teoretis merupakan seseorang mesti menilik kondisi-kondisi orang yang marah. Perilaku dan perbuata orang marah paling tidak terpuji. Dengan demikian, yang terkaitakan beranggapan dengan matang sebelum marah-marah.

Rasulullah bersabda, "Tak ada dosis yang lebih banyak pahala-nya di sisi Allah dari dosis amarah yang disangga seorang hamba demi menggali ridho Allah." (HR. Ibnu Majah).

Sementara itu, tehnik penyembuhan praktis menyatakan ada 5 upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi marah, termasuk ketika mudik. Cara kesatu merupakan membaca ta'awwudz (kalimat: a udzu billah). Setelah itu, berdoa. Rasulullah mengajarkan Aisyah suatu doa yang patut dibacakan saat marah.

Ibnu as-Sunni, dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, menuliskan, andai Aisyah marah, Rasulullah unik hidungnya kemudian bersabda kepadanya, "Wahai 'Uwaisy (panggilan sayang beliau pada Aisyah), ucapkanlah: Allahumma rabb an-nabiyyi Muhammad, ighfir li dzanbi, wa adzhib ghaidza qalbi, wa ajirni min mudhallati al-fitani (Ya Allah, wahai Tuhan Muhammad, maafkan dosaku, hilangkan amarah hatiku, dan selamatkan aku dari kesesatan fitnah)."

Cara selanjutnya merupakan diam ketika marah. Jika seseorang dikuasai amarah, maka hendaknya dia diam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, "Ajarilah, permudahlah dan tidak boleh mempersulit. Dan andai salah seorang dari kalian marah, hendaknya dia diam." (HR. Bukhari).


Selanjutnya, teknik lain dalam menangani amarah merupakan duduk dan berbaring. Apabila sikap diam tidak memberi pengaruh apa-apa, maka duduk dan berbaring dapat menyembuhkan amarah. Nabi bersabda, "Jika salah seorang dari kalian marah dan dia sedang berdiri, maka hendaknya dia duduk. Dan andai marahnya belum sirna, maka berbaringlah." (HR. Abu Dawud).

PREDIKSI TOGEL PALING JITU - Upaya beda yang dapat dicoba ketika amarah muncul merupakan wudu dan mandi. Jika teknik di sebelumnya tidak sukses juga, maka berwudhulah dan mandi. Nabi bersabda, "Marah tersebut dari setan dan setan terdcipta dari api. Api hanya dapat padam dengan air. Jika salah seorang dari kalian marah, hendaknya dia berwudu." (HR. Abu Dawud).

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.