Tuesday, July 30, 2019

Seorang pria sedang menjalani Ritual Topo Pendem sehingga berpura-pura mati

Seorang pria sedang menjalani Ritual Topo Pendem sehingga berpura-pura mati

Seorang pria sedang menjalani Ritual Topo Pendem sehingga berpura-pura mati



Herli Rubianto, lelaki yang menciptakan gempar lantaran videonya pura-pura mati viral, ternyata punya dalil sendiri saat mengerjakan aksinya itu. Ia dinamakan tengah menjalani ritual topo pendem atau bertapa dengan teknik ditanam, supaya memperoleh kesaktian.

Menjalani ritual ini, rupanya melulu salah satu dalil bagi Herli ketika hidup lagi dari 'kematiannya'. Sebab, ada dalil lain yang menyebutnya andai ia terpaksa melakukan demikian, lantaran tengah menanggung utang sebanyak uang.

Kasubag Humas Polres Sampang, Ipda Eko Puji Waluyo mengatakan, informasi yang diterimanya, pelaku memang tengah menjalani ritual topo pendem. Dengan berpura-pura mati lantas bangkit atau hidup lagi itu, ia bakal dikira sebagai orang yang sakti.

"Di Pontianak (Kalimantan) tersebut dia mengerjakan ritual topo pendem. Jadi mungkin bila dia mati lantas hidup lagi biar dikira digdaya mungkin," ujarnya, Senin (29/7).

Namun, informasi beda menuliskan andai pelaku tengah terbelit utang sebesar Rp 3 juta. Namun, utangnya itu pada siapa, urusan tersebut diakuinya masih belum jelas.

Lantas, kenapa ia bertindak di Pondok Pesantren Karongan, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Eko menyebut, sebelum 'mati' itu, ia sempat berwasiat pada istrinya supaya dimakamkan di Ponpes tersebut.

"Istrinya kebetulan mantan santriwati situ juga. Jadi wasiat suaminya tersebut disampaikanlah ke pondok, sampai terjadi kejadian tersebut," tegasnya.

Terkait dengan kejadian tersebut, sekarang pelaku masih menjalani pengecekan di Mapolres Sampang.

Sebelumnya, penduduk Sampang, Madura diciptakan gempar dengan beredarnya suatu video berdurasi 4 menit 50 detik yang viral di media sosial. Video tersebut, diketahui memuat konten yang intinya menunjukkan seseorang yang bangkit dari kematian.

Belum jelas kapan video itu dibuat. Namun, video tampak baru diunggah oleh akun niawa alfiah pada 28 Juli lalu.

Dalam video tadinya terlihat orang-orang mengerumuni suatu mobil yang diperkirakan sebagai mobil ambulans. Lalu, orang-orang yang mengenakan pakaian takwa dan berpeci putih tersebut, terlihat menolong seorang petugas mengusung jenazah dengan memakai kereta dari ambulans.

Jenazah yang diturunkan dari ambulans sendiri, tampak belum sepenuhnya terbungkus kain kafan. Masih terlihat separuh badan ke atas terbuka, dan separuh bdan lainnya yang ditutupi selimut.

Lalu, ketika jenazah diusung ke suatu tempat yang lebih tinggi, tidak sejumlah lama lantas tubuhnya laksana terloncat dan jatuh begitu saja. Seiring dengan jatuhnya tubuh tersebut, teriakan takbir sempat terpekik sejumlah kali oleh massa. "Allahuakbar..Allahhuakbar..Al Fatekhah…" ujar salah seorang di kerumunan massa.

Di ketika yang sama, tubuh yang terjatuh itu terlihat bergerak-gerak. Bahkan, dengan selimut yang terbuka menampakkan beberapa tubuh bawahnya sudah terbungkus kain putih.

Sebagian orang yang sedang di sekitarnya, kemudian mendudukannya, kemudian memberikannya segelas minuman. Ia juga menyambut pemberian tersebut, dan tampak meminumnya. Kejadian itu terjadi di Pondok Pesantren Karongan, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota Sampang Madura.

Pelaku diketahui mempunyai nama Herli Rubianto bin Sutrisno Kromo, penduduk asli Sampang yang lama menetap di Pontianak, Kalimantan.

Kasus tersebut terbongkar sesudah adanya laporan orang meninggal kemudian bangkit lagi. Saat dilaksanakan penyelidikan, polisi merasa terdapat kejanggalan dalam kisah kasus tersebut.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.