Thursday, August 01, 2019

Deddy Corbuzier banyak menolak tawaran umrah setelah masuk Islam


Deddy Corbuzier banyak menolak tawaran umrah setelah masuk Islam

Deddy Corbuzier banyak menolak tawaran umrah setelah masuk Islam


Selebritis yang baru mendekap agama Islam, Deddy Corbuzier mengaku tidak sedikit menolak tawaran umrah dari penyedia jasa perjalanan haji dan umrah.

"Saya bilang kalau ongkos umrah saya masih mampu. Kalau mau kamu ganti ongkos saya dengan mengongkosi sepuluh orang tidak mampu. Langsung semuanya mundur," kata Deddy, di Kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Jakarta Pusat, Rabu.

Memasuki bulan beribadah haji pun, artis yang mempunyai kakek beragama Islam tersebut mengaku bahwa dia pun mendapat tidak sedikit tawaran.

Namun, ia tidak enak, sebab takut dikira aji mumpung. Meskipun sebuah hari Deddy hendak juga pergi ke Mekkah bila telah mempunyai ilmunya.

Pembimbing Deddy sampai memeluk Islam, Gus Miftah mengatakan, Deddy masih baru mendekap Islam, sampai-sampai dia masih mesti tidak sedikit belajar. Namun pertumbuhan pembelajaran mantan Ilusionis tersebut terus meningkat.

"Pernah sekali saya ditanya bagaimana anak saya (Azka) sesudah saya masuk Islam, saya takut sebab katanya bila anak saya tidak masuk Islam yang dosa ayahnya," ujar Deddy.

Deddy mengucapkan keresahannya tersebut di depan ribuan orang yang datang ke sana, ditonton pula oleh KH Said Aqil Siradj.

"Kalau kamu hendak membawa orang merasakan keindahan Islam. Jangan bikin mereka takut," ujar Deddy.

Dalam acara itu, Ketua Umum PB NU, KH Said Aqil Siradj menuliskan ada dua prinsip dalam Nahdlatul Ulama yakni moderat dan toleran. Keduanya tidak terwujud menurut keterangan dari dia, bila tidak didasari intelektual berbasis akhlak.

"Toleransi tidak terwujud tanpa intelektual yang berakhlakul karimah atau akhlak mulia," ujar Said.

Said Aqil mengutip ayat dalam Al-Quran yang mengatakan tidak boleh kamu mencerca maki orang yang tidak menyembah Allah, nanti mereka mencerca maki Allah.

"Demikian Allah sudah memberikan untuk masing-masing umat dan bangsa, kebiasaannya budayanya guna saling menghormati," ujar Said Aqil.

"Kita hendak mengenalkan citra Islam yang teduh, bukan Islam yang gaduh," ujar Gus Miftah lagi.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.