Tuesday, July 30, 2019

Arya Si bocah obesitas yang bahagia melihat tanganya mulai mengecil

Arya Si bocah obesitas yang bahagia melihat tanganya mulai mengecil

Arya Si bocah obesitas yang bahagia melihat tanganya mulai mengecil



Arya Permana (13) terlihat sumringah pasca-operasi perdana pelantikan jaringan kulit dan lemak di kedua lengannya.

Siang tersebut sekitar pukul 12.30 WIB, remaja yang sempat menderita obesitas tersebut keluar dari ruang perawatan Fresia 1. Sudah 12 hari Arya menemukan perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sesudah menjalani operasi gelambir di tubuhnya.

Ketika pintu dimulai tampak Arya yang duduk di kursi roda didorong seorang perawat wanita terbit dari pintu.

Awak media yang telah menunggunya di luar pintu langsung menyapa remaja asal Karawang itu. "Arya sehat?," sapa di antara wartawan, Senin (29/7/2019).

"Sehat," jawab Arya seraya tersenyum.

Terlihat kedua orangtua Arya ikut menemani anaknya. Kedua orangtua Arya tersenyum senang.

Kepada Kompas.com, ayah Arya, Ade Somantri (43), mengatakan, putranya tersebut sudah diasuh di RSHS semenjak 17 Juli 2019.

Pasca-operasi, Arya sekarang sudah membaik dan luka operasi di lengannya juga berangsur mengering. "Alhamdulilah pasca-operasi sehat, luka kering," kata Ade.

Bahkan, kata Ade, putranya tersebut tampak senang dengan situasi lengannya pasca-operasi meskipun lengannya belum dapat bergerak aktif laksana sedia kala. Pasalnya luka operasi belum sepenuhnya sembuh, butuh waktu supaya Arya pulang beraktifitas.

"Saya simaklah Arya paling senang. Pas dimulai tutupnya, tangannya telah kecil dia senang," tuturnya.

Kini Arya diperkenankan kembali oleh pihak dokter. Namun sekitar di lokasi tinggal Arya tidak diizinkan untuk melakukan kegiatan berat sekitar sebulan sampai luka operasi di lengannya sembuh total.

"Kemungkinan tuntunan dokter tidak boleh terlalu tidak sedikit gerak, jadi istirahat sekitar sebulan," katanya.

Selama itu, Arya darurat harus absen sekolah. Ade, ayah Arya, berencana membicarakan masalah pekerjaan belajar dan melatih Arya dengan pihak sekolah. Arya ketika ini masih duduk di ruang belajar 1 SMP.

"Koordinasi dengan pihak sekolah kan anda selaku keluarga dapat kordinasi ke sekolah," katanya.

Dukungan orangtua

Sebagai orangtua, pastinya Ade paling senang dengan turunnya berat badan Arya. Kini putranya dapat bermain bareng teman-temannya.

Memang situasi saat ini sangat bertolak belakang dengan ketika Arya bermutu hingga 192 kilogram. Saat itu, sekitar setahun Arya bahkan tak mau pergi ke sekolah sebab minder dengan situasi tubuhnya.

"Dulu sekitar setahun nggak dapat sekolah, kini mah alhamdulilah bisa," katanya senang.

Pasca-bedah bariatrik yang dilakukan sejumlah tahun lalu, orangtua menyokong putranya yang memiliki kemauan untuk menurunkan berat badannya itu.

"Yang pengen memang Arya sendiri," katanya.

Dukungan tersebut pun disaksikan dari teknik mengatur pola santap Arya menurut aturan dan ajuran dari dokter.

"Makannya ditata gizinya, cocok dengan saran dokter. Ada nasi, ayam goreng, telor, dan sayur mayur," kata Ade.

Makanan bergizi tersebut dikonsumsi Arya tiga kali sehari. Kini Arya sukses menurunkan berat badannya.

Usai operasi gelambir kulit, Arya diperkenankan pulang. Namun ia mesti teratur memeriksakan kembali pertumbuhan kesehatannya. "Jadwal kontrolnya hari Kamis," katanya.

Operasi 4 tahap

Direktur RSHS Nina Susana Dewi Mengatakan menurut kesebelasan dokter yang menangani Arya, sekarang remaja tersebut diperkenankan untuk kembali setelah menjalani operasi perdana pelantikan gelambir kulit dan lemak di kedua lengannya.

"Dapat dipulangkan berarti secara medik sudah dapat dilepas telah dalam evaluasi tim medis," kata Nina.

Rencana operasi gelambir kulit Arya dilaksanakan bertahap menjadi 4 etape pengangkatan. Operasi etape kesatu dilaksanakan tim bedah plastik nyaris lima jam dengan melibatkan dokter sejumlah enam orang. Selanjutnya Arya bakal menjalani operasi tahap, kedua yakni pelantikan kulit payudara.

Dermawan guna Arya

Berdasarkan keterangan dari Nina, pihak RSHS tidak meminta sepeser juga dana operasi untuk pihak keluarga, juga tidak mengklaim dana tersebut untuk BPJS, pasalnya terdapat penyandang dana ongkos operasi Arya.

"Pembiayaan kami tak mohon sepeser juga dari keluarga, terdapat penyandang dananya. sebenarnya BPJS namun tak terdapat yang diklaim. Kami berjuang cari penyandang dana lain, Arya tak butuh membiayai," ucapnya.

Adapun guna operasi etape kesatu ini, ongkos yang dikeluarkan sampai puluhan juta rupiah.

"Ada penyandang dana dari suatu yayasan, biayanya Rp 30.700.000," katanya.

Meski diperkenankan pulang, Arya diminta untuk mengawal kesehatan dan kesucian tubuhnya.

"Sudah diajarkan dokter dari santap dan lain-lain. Karena operasi luas, maka kesucian juga supaya diperhatikan agar tidak infeksi," pesan Nina.

Sebelumnya, pada Rabu (24/7/2019) kesebelasan dokter bedah RSHS bandung mengerjakan tindakan operasi etape kesatu terhadap Arya, yakni pelantikan jaringan kulit dan lemak yang menggelambir di kedua lengannya.

Gelambir di kulit Arya muncul sebab karena mutu badannya turun menyeluruh usai menjalani operasi bariatrik atau pengecilan lambung sejumlah waktu lalu. Dari bobot mula 192 kilogram, badan Arya sekarang turun menjadi 80 kilogram.

Kulit arya yang menggelambir tersebut pun dinilai mengganggu aktivitasnya, bahkan tidak cukup bagus secara estetik. Akhirnya Arya bercita-cita guna mengusung gelambir di tubuhnya itu.

RSHS yang menangani operasi itu menerjunkan kesebelasan dokter yang terdiri dari 7 departemen. Tindakan pelantikan gelambir itu dilaksanakan secara bertahap dibuka dari kedua lengannya.

Untuk memulihkan situasi tubuh pasca-operasi, Arya mesti diasuh sementara dan tidak diperkenankan bergerak secara berlebihan, bahkan guna buang air sekalipun juga harus ditolong dengan perangkat yang telah disediakan.

Kondisi ini akan dirasakan Arya sampai luka jahitan di lengannya benar-benar kering dan sembuh. Kini Arya diperkenankan pulang.

Operasi etape dua

Ketua Tim Bedah Plastik RSHS, Hardisiswo Soedjana mengatakan, usai sukses mengambil 1 kilogram jaringan kulit dan lemak di kedua lengannya, selanjutnya Arya bakal menjalani operasi payudara yang akan dilaksanakan tiga bulan ke depan.

"Tiga bulan rencana operasi etape selanjutnya. Mudah-mudahan lancar. Waktunya lama. Rekonstruksi payudara lebih susah dibanding melemparkan kulit di lengan, namun umunnya nyaris sama," kata Hardi.

"Merekontruksi payudara Arya sebagai payudara laki-laki. Persoalannya dadanya satu, rayut dan menggelantung dan lebar. Kita bakal kecilkan dan ratakan," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.